Aku sudah menjalani sebagai anak kost selama 5 bulan. Aku seorang mahasiswa unimed (universitas negeri medan). Aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang menengah keatas. Disini aku mau cerita sedikit tentang kehidupanku selama di kost. Oiya, kostku bukan kost biasa. Bisa dibilang kalau untuk ukuran kost ini sudah cukup mewah. Letaknya di jalan tuasan tepat di belakang PDAM.
1. Teman sekamar
Aku tinggal di kost bersama teman kampusku yang kebetulan kami satu jurusan namun tidak satu kelas. Sudah 5 bulan lamanya aku menahan emosi terhadapnya. Bukan karena dia bandel atau jahat. Tapi karena ketidakpeduliannya terhadap kebersihan. Maklum karena aku orang perfeksionis, aku sangat mengutamakan kebersihan dan kerapian. Tapi, dia tidak. Dia selalu meletakkan barang sesukannya dan tidak pernah ikut bagian bersih-bersih kamar ini. Begitu juga dengan kamar mandi, dia meletakkan pakaian kotor sesukanya sampai-sampai bau kamar mandi ini tak sedap. Pernah, kemarin aku sempat mau cari kosan lain karena ngga tahan tinggal lebih lama lagi sama dia. Namun, niatku aku batalkan. Karena dia sebenarnya ngga seburuk itu. Masalah dia itu cuman joroknya saja. Selebih itu, dia orangnya setia kawan, perhatian, dan mau membantu teman. Dan sampai sekarang aku tetap tinggal bersama dia. Harus ada yang mengalah dari kami. Yaitu aku. Karena aku mengutamakan kerapian dan kebersihan jadi aku memilih untuk menjaga kamar ini bersih dan rapi. Aku yang membersihkan mulai dari kamar hingga kamar mandi. Aku ngga menegur dia selama beberapa hari karena kekesalanku sama dia. Setelah aku pikir-pikir tindakanku tidak benar juga. Sebelum aku ngekos, aku meminta tolong dia untuk bantu aku mencarikan aku kost dan dia mau aja padahal dia barusan meselesaikan mata kuliahnya dan akhirnya dapat. Ternyata biaya kosannya cukup mahal yaitu 600rb untuk per bulannya. Aku sadar aku ngga mau membebankan orang tuaku (karena cowok seumuranku tidak pantas membebankan orang tua, malah seharusnya membantu). Jadi, aku mengajak dia untuk sekamar bersama di kos ini. Awalnya dia ngga mau karena takut ntar biayanya boros atau mengeluarkan banyak uang. Aku memaksanya untuk tinggal bersama dengan iming-iming janji manis. seperti: kita teman harus saling membantu, ntar kalau sakit kita sakitnya bersama, bisa ngerjain tugas bareng, mempererat tali pertemanan. Dan akhirnya dia mau dan masalah dia cuman jorok. Setelah aku dengan terus menjaga kamar ini tetap bersih. Akhirnya dia sadar dan mengerti. Hal yang paling indah itu adalah ketika aku pulang kuliah dan kamar ini dalam keadaan bersih dan rapi dan ternyata dia yang melakukannya. Semoga ini bisa terus ia pertahankan.
2. Makan
Selama aku di kos. Aku makan terbang. Makan terbang itu asal kita lapar kita pergi keluar untuk membeli makanan. Aku tidak pernah memasak di kost. Alat pemasak pun tidak punya. Memang lebih baik beli pikir ku. Nah, di kost ini aku mengalami masalah terhadap makanan juga. Aku orangnya pilih-pilih dalam memakan. Disini sehari-hariku terus makan ayam. Yang ayam pop lah, ayam penyet lah, ayam goreng lah, semua ayah. Pagi-siang-malam, makanku ayaaaaaam terus. Uiiih, ngga terbayang bosennya. Aku sebenarnya kurang suka sayur. Tapi selama di kost tubuh ini sepertinya meminta untuk konsumsi sayur. Terasaku sepertinya di dalam tubuh ini sudah banyak racun. Karena aku yakin ayam yang mereka jual tidak benar-benar higenis tentunya. Ayamnya ayam potong pasti. Jadi, ngga bagus kalau tubuh mengkonsumsi itu terus. Aku ngga tahu dimana harus beli sayuran dan ikan yang higenis. Dimana pas beli sayur, sayurnya tidak bagus dan ikannya ikan rawa dan tidak enak dimakan. Pernah suatu ketika aku sangat kepingin makan sea food, jadi aku rela pergi jauh untuk beli sea food. Dan aku cari ngga ada dimana-mana. Aku tetap terus mencari menyelusuri jalan dan akhirnya ketemu. Tempatnya sangat tidak meyakinkan, lagi-lagi tempatnya kurang higenis dan para penjualnya pun juga. Karena aku sangat ingin sea food, jadi aku membelinya. Aku membeli nasi uduk, udang goreng, dan cumi goreng. Semuanya 43rb. Aku merasa ngga bener nih sama harganya atau emang aku yang ngerti (sebab ngga pernah beli sebelumnya). Jadi, aku langsung bayar ke kasirnya 43rb rupiah. Aku pikir-pikir harganya ngga logis banget untuk harga yang aku pesan itu. Aku merasa dibodohi. Sebenernya bukan karena aku bodoh tapi karena aku ngga berani kritis, protes atau menantang mereka. Jadi, aku memberikan mereka uang dengan harga segitu. Aku pikir-pikir aku ikhlas kok memberi uang segitu kalau seandainya aku dibodohi. Tadi, aku sempat melihat pakaian dan raut wajah mereka. Merka tampak seperti orang kesusahan. Mungkin mereka butuh uang. Mungkin mereka punya anak yang perlu disekolahin atau istri yang butuh uang untuk makan keluarga. Setelah dipikir-pikir aku anggap itu untuk menolong mereka. Tapi, percaya deh. Kalau cara mereka terus begitu. Mereka bakal sulit untuk sukses kedepannya. Ya, semoga aja kehidupan mereka tetap baik dan harmonis.
3. Kuliah
Aku pikir dengan ngekost, aku bisa berangkat kuliah cepat ngga telat-telat lagi. Eh, setelah aku ngekost malah lebih sering telat lagi. Mungkin itu karena jarak antara kos dan kampus sangat dekat. Jadi aku sepele sama waktu. Hmmm... aku memang tipe orang kebiasaan menunda waktu. Hehe..
Ya ya ya, semoga dengan aku ngekost ini aku bisa membuka dunia baru. Selama ini aku dirumah terus dan ngga pernah bersosialisasi (Aku orangnya introvert). Aku harus berubah demi massa depan yang cerah. Semoga juga di kost ini aku dapat banyak pembelajaran. Oke sekian. haha.. ^^a

0 komentar:
Posting Komentar